MAKALAH FILSAFAT ILMU
Ditujukan untuk memenuhi tugas mata
kuliah Filsafat Ilmu
Disusun Oleh:
Friska Renawati Simanullang
NPM: A1B.110406
Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis

UNIVERSITAS SUBANG
FIA
2011/2012
Dengan mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa, Sehingga makalah untuk mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu
Sosial ini akhirnya dapat terselesaikan. Meski banyak kelemahan dan kekurangan
yang terjadi dalam makalah ini, tetapi sangat diharapkan bahwa isi dari makalah
ini dapa tmemperluas wawasan yang ada di dalam bidang Sosial.
Saya menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah sempurna.
Oleh karena itu, apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangan terhadap
makalah ini, saya sangat berterima kasih.
Demikian makalah ini saya susun. Semoga dapat berguna untuk
kita semua. Amin.
SUBANG, DESEMBER 2011
Penulis,
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i i
Daftar Isi ii
BAB. I PENDAHULUA 1
A. Latar Belakang..............................................................1
B. Tujuan
Penulisan...........................................................1
BAB. II
PEMBAHASAN...................................................................2
A.
Pengertian
Filsafat............................................................2
B.
Cabang
Filsafat.................................................................3
C.
Pengertian
Ilmu................................................................4
D.
Pengertian
Filsafat Ilmu...................................................4
E.
Perkembangan Filsafat Ilmu............................................5
BAB. III PENUTUP
A.
Kesimpulan................................................................7
B.
Saran..........................................................................7
DAFTAR
PUSTAKA...............................................................8
ii
BAB. I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Falsafah
atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab.
yang juga diambil dan bahasa Yunani; philosophia. Kala ini berasal dan dua kata
Philo dan Sophia. Philo = lImu atau cinta dan Sophia = kebijaksanaan. Sehingga
arti harfiahnya adalah ilmu tentang kebijaksanaan ataupun seseorang yang cinta
kebijakan.
Definisi
kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi,
paling tidak bisa dikatakan bahwa “filsafat” adalah studi yang mempelajari
seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis. Terlepas dan
berbagai definisi yang berusaha menerjemahkan Filsafat secara global. Pada
dasarnya Filsafat selain membahas dan menyimpulkan sesuatu yang menjadi
dasar. Filsafat adalah ibu dari segala ilmu yang hadir di bumi ini. Logika dan
perasaan meliputi segenap ruang Filsafat, sehingga memerlukan konsentrasi yang
lebih untuk memahaminya lebih dan sekedar sebuah ilmu biasa.
B.
Tujuan Penulisan
1
BAB. II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Filsafat
Filsafat , philosophy, dalam bahasa Inggeris, atau philosophya
dalam Yunani mempunyai arti cinta akan kebijaksanaan. Philos (cinta)
atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophos
(kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, inteligensi.
Dari pengertian tersebut filsafat sebenarnya amat dekat dengan realitas
kehidupan kita. Untuk mengerti apa filsafat itu, orang perlu menggunakan akal
budinya untuk merenungkan relaitas hidupnya, “apa itu hidup? Mengapa saya
hidup? Akan kemana saya hidup? Tentunya pertanyaan tersebut sejatinya muncul
alamiah bila akal budi kita dibiarkan bekerja. Persoalannya, apakah orang atau
peminat filsafat sudah membiarkan akal budinya bekerja dengan baik memandang
relaitas? Aristoteles menyebut manusia sebagai “binatang berpikir”.
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang
merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga
diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan
segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan
menyeluruh dengan segala hubungan
Kerapkali ilmu filsafat dipandang sebagai
ilmu yang abstrak dan berada di awang-awang (= tidak mendarat) saja, padahal
ilmu filsafat itu dekat dan berada dalam kehidupan kita sehari. Benar, filsafat
bersifat tidak konkrit, karena menggunakan metode berpikir sebagai cara
pergulatannya dengan realitas hidup kita.
Pengertian filsafat menurut para
ahli yaitu:
A.
Sonny Keraf dan Mikhael Dua mengartikan ilmu filsafat
sebagai ilmu tentag bertanya atau berpikir tentang segala sesuatu (apa saja dan
bahkan tentang pemikiran itu sendiri) dari segala sudut pandang. Thinking
about thinking.
B. Menurut Francis Bacon, filsafat
merupakan induknya dari ilmu-ilmu, dan filsafat mempunyai semua pengetahuan
sebagai bidangnya.
C. Menurut Stephen R. Toulmin,
menyatakan filsafat adalah Sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu mencoba
pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan
ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbinacangan, metode-metode
penggantian dan perhitungan, pra-anggapan-pra-anggapan metafisis, dan
seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari
sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika
D. Sidi Gazalba Berfilsafat ialah mencari
kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di
masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.
2
E. Hasbullah Bakry Ilmu Filsafat adalah ilmu
yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam
semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana
sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.
F. Prof. Mr.Mumahamd Yamin Filsafat ialah
pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam
kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.
G. Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. Filsafat ialah usaha
pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh
, yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan
radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan
kearifan atau kebenaran yang sejati.
H. Bertrand Russe Filsafat adalah sesuatu yang
berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi ,
filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang
pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa
dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia
daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahy
B. Cabang
Filsafat
Filsafat Alam
Obyeknya: alam kehidupan dan alam bukan kehidupan. Tujuannya:
menjelaskan fenomena alam dari aspek eksistensi fenomena tersebut dan menelusuri
syarat-syarat kemungkinan.
Filsafat Analitis
Ilmu memusatkan perhatian pada bahasa dan upaya untuk menganalisis
pernyataan (konsep, atau ungkapan kebahasaan aatau bentuk-bentuk logis.
Tujuannya ialah untuk menemukan pernyataan-pernyataan yang berbentuk logis dan
ringkas dan yang terbaik, yang cocok dengan fakta atau arti yang disajikan.
Filsafat Bahasa Sehari-hari
Paham ini berpandangan bahwa dengan menganalisis bahasa biasa (makna,
implikasi, bentuk dan fungsinya) kita dapat memperlihatkan kebenaran mengenai
kenyataan. Dengan analisis bahasa biasa kita dapat memahami masalah pokok
filsafat dan sekaligus dapat memecahkannya.
Filsafat Gestalt
Salah satu pandangan filsafat ini
berpandangan bahwa realitas merupakan dunia tempat organisme fisik memberikan
tanggapan dalam proses mengatur struktur-struktur atau keseluruhan yang
diamati.
3
Filsafat Kebudayaan
Filsafat ini memberikan gambaran
keseluruhan mengenai gejala kebudayaan (bentuk, nilai dan kreasinya). Tugasnya
untuk menyelidiki hakekat kebudayaan, memahaminya berdasarkan sebab-sebab dan
kondisi-kondisinya yabg esensial. Filsafat ini juga bertugas untuk menjabarkan
pada tujuan-tujuannya yang paling mendasar dan karena itu juga menemukan arah
dan luas perkembangan budaya.
Filsafat
Kehidupan
Filsafat kehidupan dalam bahasa
sehari-hari berarti (1) cara tau pandangan hidup. Dan ini bertujuan mengatur
segalanya secara praktis. (2) Etika sebagai ilmu yang berbicara mengenai tujuan
dan kaidah-kaidah kehidupan dapat juga disebut sebagai filsafat kehidupan
.
Dari pemaparan di atas, ilmu filsafat
merupakan ilmu yang lahannya luas dan rumit. Untuk mereka yang berminat pada
filsafat, mereka harus mempelajari pengantar-pengantar ke bidang filsafat.
C.
Pengertian Ilmu
Ilmu (atau ilmu
pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,
dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia
.Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu
memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian
ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan
(knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang
disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui
dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk
karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang
dimilikinya.
4
D. Pengertian Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu adalah suatu tinjauan kritis
tentang Pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan
terhadapkriteria-kriteria yang dikembangkan. Menurut ”Lewis white
Beck” filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metodepemikiran
ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnyaupaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
E.
Perkembangan Filsafat Ilmu
Filsafat ilmu berkembang dari masa ke masa sejalan dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi serta realitas sosial. Dimulai dengan aliran rasionalisme-emprisme,
kemudian kritisisme dan positivisme.
Rasionalisme adalah paham yang menyatakan kebenaran
haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan dan analisis yang
berdasarkan fakta. Paham ini menjadi salah satu bagian dari renaissance atau
pencerahan dimana timbul perlawanan terhadap gereja yang menyebar ajaran dengan
dogma-dogma yang tidak bisa diterima oleh logika. Filsafat Rasionalisme sangat
menjunjung tinggi akal sebagai sumber dari segala pembenaran. Segala sesuatu
harus diukur dan dinilai berdasarkan logika yang jelas. Titik tolak pandangan
ini didasarkan kepada logika matematika. Pandangan ini sangat popular pada abad
17. Tokoh-tokohnya adalah Rene Descartes (1596-1650), Benedictus de Spinoza –
biasa dikenal: Barukh Spinoza (1632-1677), G.W. Leibniz (1646-1716), Blaise
Pascal (1623-1662).
Rasionalisme adalah paham yang menyatakan kebenaran
haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan dan analisis yang
berdasarkan fakta. Paham ini menjadi salah satu bagian dari renaissance atau
pencerahan dimana timbul perlawanan terhadap gereja yang menyebar ajaran dengan
dogma-dogma yang tidak bisa diterima oleh logika. Filsafat Rasionalisme sangat
menjunjung tinggi akal sebagai sumber dari segala pembenaran. Segala sesuatu
harus diukur dan dinilai berdasarkan logika yang jelas. Titik tolak pandangan
ini didasarkan kepada logika matematika. Pandangan ini sangat popular pada abad
17. Tokoh-tokohnya adalah Rene Descartes (1596-1650), Benedictus de Spinoza –
biasa dikenal: Barukh Spinoza (1632-1677), G.W. Leibniz (1646-1716), Blaise
Pascal (1623-1662).
Empirisisme
adalah pencarian kebenaran melalui pembuktian-pembukitan indrawi. Kebenaran
belum dapat dikatakan kebenaran apabila tidak bisa dibuktikan secara indrawi,
yaitu dilihat, didengar dan dirasa. Francis Bacon (1561-1624) seorang filsuf
Empirisme pada awal abad Pencerahan menulis dalam salah satu karyanya Novum
Organum: Segala kebenaran hanya diperoleh secara induktif, yaitu melalui
pengalamn dan pikiran yang didasarkan atas empiris, dan melalui kesimpulan dari
hal yang khusus kepada hal yang umum. Empirisisme muncul sebagai akibat
ketidakpuasan terhadap superioritas akal. Paham ini bertolak belakang dengan
Rasionalisme yang mengutamakan akal. Tokoh-tokohnya adalah John Locke
(1632-1704); George Berkeley (1685-1753); David Hume (1711-1776). Kebenaran
dalam Empirisme harus dibuktikan dengan pengalaman. Peranan pengalaman menjadi
tumpuan untuk memverifikasi sesuatu yang dianggap benar. Kebenaran jenis ini
juga telah mempengaruhi manusia sampai sekarang ini, khususnya dalam bidang
Hukum dan HAM.
5
Kritisisme merupakan filsafat yang terlebih
dahulu menyelidiki kemampuan dan batas-batas rasio sebelum melakukan pencarian kebenaran.
Tokoh yang terkenal dari aliran ini adalah Immanuel Kant (1724-1804).
Filsafatnya dikenal dengan Idealisme Transendental atau Filsafat Kritisisme.
Menurutnya, pengetahuan manusia merupakan sintesa antara apa yang secara
apriori sudah ada dalam kesadaran dan pikiran dengan impresi yg diperoleh dari
pengalaman.
Filsafat
positivisme membatasi kajian filsafat ke hal-hal yang dapat di justifikasi
(diuji) secara empirik. Hal-hal tersebut dinamakan hal-hal positif. Positivisme
digunakan untuk merumuskan pengertian mengenai relaita sosial dengan Penjelasan
ilmiah, prediksi dan control seperti yang dipraktekan pada fisika, kimia, dan
biologi. Tahap penelitian positivisme dimulai dengan pengamatan, percobaan,
generalisasi, produksi, manipulasi.
6
BAB.
III
A. KESIMPULAN
Filsafat
merupakan hasil buah pikiran manusia, timbul karena rasa ingin tahu dan rasa
ragu-ragu. Dengan berkembangnya jaman maka filsafat pun mengalami perkembangan.
Sedangkan ilmu timubul karena rasa ingin tahu manusia sehingga dilakukanlah
berbagai riset untuk memastikan ilmu itu apakah benar atau salah dan perlu
pengkajian ulang. Dengan demikian dapat
di tarik kesimpulan bahwa filsafat dan ilmu adalah sata kesatuan dan saling
melengkapi, karna ilmu bertujuan untuk memastikan pendapat yang di miliki oleh
filsup.
B. SARAN
1. Sebagai mahasiswa
kita harus mengembangkan ilmu yang kita peroleh dan mencari kebenaran ilmu itu.
2. Kekurangan dari penyusunan dan penulisan ini hendaknya menjadi pemacu
bagi rekan mahasiswa yang lain untuk lebih membuka ide, wawasan dan menggali
lebih dalam akan makna filsafat itu yang sesungguhnya
7
DAFTAR
PUSTAKA
8
mantap.................
BalasHapus